rhany_ku: SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN

Monday, March 16, 2009

SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN

SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN

Alam (terutama sumber daya) nampaknya makin hari makin terjepit di antara makin besarnya kebutuhan manusia. Alam merupakan obyek pemenuhan kebutuhan manusia. Tidak ada satu-pun kebutuhan manusia di dunia ini yang tidak tergantung dari
alam.Udara, air, angin, baju, besi, minyak, ini… itu.. . Semua yang kita gunakan
untuk kebutuhan hidup di dunia ini, ujung-ujungnya kembali bergantung ke alam.
Awalnya, manusia menyesuaikan dengan alam agar dia dapat survive. Berikutnya,
sedikit demi sedikit alam dirubah agar sesuai dengan kebutuhan manusia di
dalamnya. Keserasian dan keseimbangan diberlakukan kala itu. Manusia bersahabat dengan alam karena manusia hidup bersama alam. Namun belakangan, keterdesakan untuk memenuhi kebutuhan (dan keinginan) menjadikan manusia makin gencar melakukan eksploitasi alam. eksploitasi sumberdaya alam untuk memenuhi kebutuhan manusia tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan itu sendiri telah mengganggu proses alam, sehingga banyak fungsi ekologi alam terganggu.

Masalah lingkungan tidak berdiri sendiri, tetapi selalu saling terkait erat. Keterkaitan antara masalah satu dengan yang lain disebabkan karena sebuah faktor merupakan sebab berbagai masalah, sebuah faktor mempunyai pengaruh yang berbeda dan interaksi antar berbagai masalah dan dampak yang ditimbulkan bersifat kumulatif (Soedradjad, 1999). Masalah lingkungan yang saling terkait erat antara lain adalah populasi manusia yang berlebih, polusi, penurunan jumlah sumberdaya, perubahan lingkungan global dan perang.

Pengeksplotasian sumber daya alam sering terjadi di berbagai daerah sumber daya alam di kuras habis untuk kepentingan ekonomi tanpa menghiraukan akibatnya. Disini Peran pemerintah daerah sangat di harapkan untuk menjaga dan melindungi dan melestarikan sumber daya alamnya karena Sebagaimana diatur dalam pasal 10 ayat (1) UU 22/1999 dinyatakan bahwa :

Daerah berwenang mengelola sumber daya nasional yang tersedia di wilayahnya dan bertanggung jawab memelihara kelestarian lingkungan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dan karena keberadaan sumber daya alam pada beberapa daerah membawa berkah bagi daerah tersebut dimana dimungkinkannya memperoleh pendapatan yang lebih besar dari dana perimbangan yang bersumber dari bagian daerah dari penerimaan sumber daya alam. Penerimaan dari sumber daya alam ini antara lain meliputi bidang pertambangan umum, pertambangan minyak dan gas alam, kehutanan dan kelautan Tapi pemerintah daerah seolah tidak perduli akan kelestarian alam dan lingkungan mereka hanya perduli pada pendapatan mereka. Ini terbukti dari masih banyaknya kerusakan lingkungan yang terjadi di berbagai daerah.

Di Berbagai Daerah di Indonesia banyak kerusakan lingkungan yang terjadi yang di akibatkan oleh manusia. contoh Kerusakan Alam yang terjadi di Kerinci Seblat di Sumatera, lebat di tepi, gundul di tengah. Bukit Suharto
juga terancam oleh ide eksploitasi batubara yang ada di bawahnya. TN Lorenz di
Irian, batasnya digeser guna kepentingan eksploitasi sumber daya mineral. TN
Merubetiri, selepas dari “mulut” PT Timah sekarang dikrubut masyarakat. Hal
yang sama terjadi di tetangga kita saat ini : Kawasan Kars Gunungsewu dan Kawasan
GumukPasir Parangtritis. Kawasan Kars telah dipetak-petak untuk ditambang. Entah,
masih berapa banyak yang masih lolos dari Kuasa Pertambangan. Kawasan Gumuk pasir
Parangtritis, setelah lolos dari “mulut” mega proyeknya Modern Group, sekarang
masuk “mulut” Kuasa Pertambangan PT. Gajah Purwa yang bekerja di tambang pasir
besi. Selain itu kerusakan alam juga terjadi di daerah Bengkulu


Kerusakan Hutan

Masalah utama lingkungan di Propinsi Bengkulu adalah masalah kerusakan hutan. Sebagai contoh di Kabupaten Lebong yang mempunyai hutan seluas 134.834,72 ha yang terdiri dari 20.777,40 ha hutan lindung dan 114.057,72 ha berupa hutan konservasi, sebanyak 7.895,41 ha hutan lindung dan 2.970,37 ha cagar alam telah mengalami kerusakan. Kerusakan hutan di kabupaten/kota lain di Propinsi Bengkulu lebih parah lagi.

Kondisi kawasan hutan yang telah rusak tersebut disebabkan antara lain oleh adanya ilegal logging dan perambahan hutan.Perambahan hutan pada umumnya bertujuan untuk keperluan perkebunan seperti kelapa sawit, karet, kopi dll. Bahkan TNKS juga tidak luput dari kegiatan ilegal logging. Hal ini dapat dibuktikan dengan gundulnya hutan di wilayah TNKS.

Kerusakan hutan di Bengkulu juga disebabkan oleh kebakaran hutan. Kebakaran hutan ini dari tahun ke tahun bertambah luas. Pada tahun 1997 luas kebakaran hutan seluas 2.091 ha dengan 31 titik api. Pada tahun 2006 sebagai akibat kemarau yang panjang kebakaran hutan di Bengkulu semakin luas yang mengakibatkan tebalnya asap di udara yang dapat menimbulkan berbagai masalah.

Penyebab kebakaran hutan dan lahan di Bengkulu antara lain adalah adanya peningkatan kegiatan pertanian seperti perkebunan, pertanian rakyat, perladangan, pemukiman, transmigrasi dll., terjadi secara alamiah seperti musim kemarau yang panjang, kecerobohan masyarakat dll. Dampak negatif kebakaran hutan dan lahan di Bengkulu antara lain adalah penurunan keanekaragaman hayati (ekosistem, spesies dan genetik), habitat rusak, terganggunya keseimbangan biologis (flora, fauna, mikroba); gangguan asap, erosi, banjir, longsor, terbatas jarak pandang; meningkatnya gas-gas rumah kaca, CO dan hidrokarbon, gangguan metabolisme tanaman dan perubahan iklim.

Sebab lain kerusakan hutan di Propinsi Bengkulu antara lain: 1) persepsi masyarakat bahwa hutan masih terbatas untuk kepentingan ekonomi; 2) adanya konflik kepentingan; 3) laju perusakan hutan tidak sebanding dengan upaya perlindungan; 4) masih luasnya lahan kritis di luar hutan karena pengelolaan lahan secara tradisional dan praktek perladangan berpindah; 5) belum optimalnya penegakan hukum dalam percepatan penyelesaian pelanggaran/kejahatan di bidang kehutanan (al. Perambahan hutan, ilegal logging dll.). Kerusakan Hutan yang terjadi karena manusia pun berdampak pada kehidupan hayati di dalamnya.



Penurunan Keanekaragaman Hayati

Sebagai akibat kerusakan hutan, pembukaan lahan, praktek pengolahan lahan yang kurang memperhatikan ekologi, pertanian monokultur dll., maka terjadi penurunan keanekaragaman hayati di Propinsi Bengkulu. Kegiatan monokultur dapat menyebabkan sebagian flora, fauna dan mikrobia musnah. Contohnya, kantong semar yang dahulu sangat banyak dijumpai di Bengkulu sekarang menjadi sedikit jumlah dan jenisnya. Kegiatan pembukaan lahan yang kurang ramah lingkungan seperti lahan disemprot dapat menyebabkan telur-telur dan flora lainnya menjadi tidak berkembang. Satwa liar menjadi menurun dan kemudian masuk kriteria dilindungi. Satwa-satwa tersebut antara lain badak Sumatera, gajah Sumatera, harimau Sumatera, tapir, beruang madu, rusa sambar, napu, rangkong, siamang, kuao, walet hitam, penyu belimbing serta kura-kura. Ada delapan jenis kura-kura yang ada di Bengkulu yaitu kura nanas, kura garis hitam, kura patah dada, beiyogo, baning coklat, labi-labi hutan, kura pipi putih dan bulus. Baning coklat berstatus dilindungi dan sudah terancam punah. Flora langka yang ada di Bengkulu adalah Raflesia arnoldi, bunga bangkai dan anggrek pensil.

Kelestarian lingkungan dan kerusakan lingkungan berdampak pada manusia nya itu sendiri bila kita mencintai alam, alam punakan mencintai kita dan bila kita membenci alam dengan merusaka mereka alam pun akan membenci kita. Kita harus menjaga dan melestarikan alam. Setelah kita memanfaatkaan alam ada baiknya kita memulihkan kembali alam tersebut, misalnya

Upaya untuk memulihkan hutan yang rusak adalah

(1) adanya penegakan hukum. Hal ini sangat penting untuk mencegah praktek-praktek ilegal logging dan perambahan hutan yang semakin luas.

(2) Hendaknya kegiatan pembangunan memperhatikan aspek lingkungan. Hal ini seringkali dilanggar oleh pelaksana pembangunan.

(3) Upaya penanaman kembali hutan yang telah rusak. Penghijauan telah dilakukan namun belum efektif memulihkan kondisi hutan.

(4) Dalam jangka menengah dapat dilakukan sosialisasi dan pendidikan lingkungan pada orang dewasa terutama yang tinggal di sekitar hutan lindung dan konservasi.

(5) Dalam jangka panjang pendidikan lingkungan menjadi salah satu pelajaran muatan lokal baik di SD, SMP, SLTA maupun di perguruan tinggi.

Selain itu upaya yang lain tidak hanya peran pemerintah daerah yang di butuhkan dalam menjaga kelestarian lingkungan peran masyarakat juga di butuhkan di dalamnya dan,

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan agar masyarakat berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan antara lain:

(1) tingkat pendidikan.

(2) Peningkatan penghasilan

Cintailah dan lestarikanlah sumber daya alam dan lingkungan kita bila kita ingin tetatp bertahan hidup.


1 comment:

  1. SMART MASTERING - www.smartmastering.com

    Visi dan Misi Smart Mastering adalah Melestarikan dan meningkatkan kualitas burung berkicau serta ikut memajukan dunia burung berkicau di tanah air.

    SMART MASTERING berkantor pusat di Yogyakarta dan memiliki perwakilan dan rekanan di seluruh Indonesia. Berlatar belakang sebagai penghobi burung berkicau dan professional yang ahli di bidang IT, Audio dan Video, suara-suara burung master diolah dan dimodulasikan BRAINWAVE dengan sistem Linear dan Non Linear menggunakan perangkat-perangkat audio dan video secara Logic Brain Digitalizer.

    Keunggulan CD Master SMART MASTERING

    1. Kualitas suara bening, natural dan sama seperti suara burung master aslinya. Tidak ada sound distorsi maupun deviasi suara, suaranya alami seperti burung Master aslinya.

    2. Kecepatan (Speed) dan Frekuensi suara yang dihasilkan, telah disesuaikan dengan standar respon dengar untuk burung berkicau.
    Tidak terlalu cepat, tidak terlalu rapat serta dan jeda waktu. Sehingga memberikan kesempatan kepada burung untuk merekam materi isian yang diperdengarkan.

    3. Jumlah suara burung master dan variasi isian sangat banyak.
    Meliputi: suara master wajib, suara master tambahan, suara kasar, suara tajam, lengkingan, tonjolan, dan aneka ragam lagu trend terbaru serta suara-suara yang unik.

    4. Sangat cepat direkam dan ditiru oleh burung berkicau milik anda.
    Karena telah disisipkan modul Brainwave (Alpha, Beta, Theta dan Delta).

    5. CD Master Smart Mastering dilengkapi dengan Brain Wash Therapy Sonar System.
    Berfungsi menjadikan burung-burung yang akan di master menjadi jinak, menghilangkan stress pada burung, membuat burung anda berjiwa heroik dan menjadikan burung-burung anda menjadi lebih cerdas, sehingga dengan cepat dapat merekam suara isian yang akan anda perdengarkan. Sonar hipnosis ini tidak akan menghapus database suara isian yang telah ada dan tidak memiliki efek samping negatif apapun terhadap burung-burung berkicau anda. Manfaat utamanya dari Sonar hipnosis ini yaitu menjadikan proses pemasteran menjadi lebih cepat, mudah dan efesien.

    6. Dilengkapi dengan modul terapi khusus.
    Untuk jenis-jenis burung tertentu, agar kemampuan burung dapat menjadi lebih optimal. Modul terapi khusus ini terdapat pada varian CD Master reguler seperti CD Master Platinum Edition, CD Master Anis Merah Limited Edition, CD Master Cucak Hijau, CD Master Cucak Rowo Super Ropel, CD Master Murai Batu Best of The Best, CD Master Kacer Most Wanted dan lain-lain.

    7. Harga yang terjangkau serta support teknis maupun non teknis tanpa batas waktu.

    8. Garansi CD Master lifetime.
    Apabila CD Master yang telah dibeli rusak dan tidak berfungsi lagi (bukan karena kesalahan penggunaan / Human Error), akan diganti dengan yang baru. (Sesuai dengan jenis CD Master yang telah dibeli).

    Semua modul suara burung master yang ada pada CD Master Smart Mastering telah diproses secara Logic Brain Digitalizer, sehingga suara yang dihasilkan sama dengan suara burung master aslinya.

    Akhirnya, terima kasih karena anda telah memilih dan mempercayakan Smart Mastering sebagai master pendamping burung-burung berkicau jawara milik anda.

    Informasi produk dan support CD Master SMART MASTERING silahkan kunjungi www.smartmastering.com

    Salam Kicaumania...

    ReplyDelete